4 Tips Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja

Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja

Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja. Dewasa ini, ibu bekerja telah menjadi fenomena umum pada masyarakat luas. Ibu yang memiliki peran besar dalam keluarga dan identik dengan pekerjaan domestik rumah tangga seperti, mengurus anak, membersihkan rumah telah banyak menjelma menjadi wanita-wanita super women yang kerap kali mengejutkan dengan berbagai pencapaian yang dia berikan.

Ada berbagai faktor yang menyebabkan faktor meroketnya popularitas ibu bekerja, seperti kemajuan teknologi yang berkembang pesat, sehingga berimplikasi pada kebutuhan rumah tangga yang kian bertambah. Hal ini menjadikan tingkat konsumsi dalam keluarga semakin meningkat.

Untuk bisa memenuhi kebutuhan keluarga tersebut jika hanya mengandalkan satu sumber penghasilan saja, tentunya akan timbul banyak kesulitan, sehingga menyebabkan banyak wanita memutuskan untuk bekerja guna membantu meningkatkan perekonomian keluarga.

Baca juga: Tips Menghadapi Surveyor Leasing

Selain membantu perekonomian keluarga wanita memilih bekerja juga untuk mengekspresikan dirinya di tengah masyarakat dan keluarga.

Alasan-alasan tersebut memerlukan ibu bekerja mampu melakukan manajemen waktu dan keluarga yang baik agar tidak menciptakan konflik dalam keluarga.

Lalu bagaimana cara ibu bekerja dapat melakukan manajemen pekerjaan dan keluarga?

Berikut 4 tips manajemen pada ibu bekerja:

1. Lakukan Pekerjaan dengan Suka Cita dan Penuh Tanggung Jawab

Tips pertama dari Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja adalah melakukan pekerjaan dengan suka cita dan penuh tanggung jawab. Pekerjaan yang dilakukan dengan suka cita membebaskan rasa tertekan, selain itu pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab dapat mem-boost rasa percaya diri akibat proses manajemen dasar yang dilakukan seperti perencanaan dan penggorganisasian.

Bahkan berdasarkan observasi yang dilakukan 80% ibu bekerja dengan suka cita dan penuh tanggung jawab dapat melakukan pekerjaannya tanpa kesulitan yang berarti.

Ibu bekerja perlu menerapkan skala prioritas berdasarkan tugas penting dengan diikuti prioritas “sebaiknya dilakukan” dan yang “menyenangkan diri”.

Hal ini dapat menjadi siasat ibu bekerja dalam mengatur pembagian waktu.  “Prioritas harus dilakukan”, tugas merupakan bisa mendesak atau memiliki kepentingan yang tinggi.

Sebaiknya dilakukan” merupakan pekerjaan yang mencakup tingkat kepentingan yang menengah penting namun tidak begitu mendesak atau tidak saat itu juga harus dilakukan.

Menyenangkan bila dilakukan” prioritas ini hanya memiliki kepentingan yang paling rendah. Meskipun kegiatan pada tahap ini  menyenangkan atau menarik akan tetapi pelaksanaan dapat ditunda. Jadi prioritas tersebut bersifat fleksibel, sesuai dengan kepentingan setiap individu.

2. Ajukan Kompromi dengan Pasangan Sebelum Memulai Bekerja

Tips kedua dari Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja adalah ajukan kompromi dengan pasangan sebelum memulai bekerja. Kompromi dengan pasangan sebelum memulai merupakan kesepakatan penting untuk dilakukan, hal ini ditujuan agar tidak menimbulkan konflik di masa yang mendatang.

Baca Juga: Manajemen Sumber Daya Manusia pada Masyarakat Sosial Ekonomi Menengah Keatas

Menurut hasil observasi, 60% pasangan yang mendiskusikan memulai pekerjaan sebelum bekerja, lebih terhindar dari konflik dibandingkan tanpa mendiskusikannya terlebih dahulu. 

3. Jangan Lupa untuk Meluangan Waktu dengan Anak

Tips ketiga dari Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja adalah jangan lupa untuk meluangkan waktu dengan anak.

Ibu bekerja pula seringkali memiliki konflik dengan anaknya. Ibu bekerja “katanya sering tidak memiliki waktu dengan anaknya”, namun faktanya kecerdasan emosional anak dari ibu bekerja pada umumnya tidak berbeda jauh dengan anak dari ibu rumah tangga apabila ibu bekerja dapat membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga dengan baik serta memberikan pendampingan yang cukup untuk anaknya.

Baca Juga: Governance dan Stabilitas Sistem Keuangan

Namun anak seorang ibu bekerja memiliki tingkat kesadaran diri yang lebih rendah. Secara integritas anak dari ibu bekerja memiliki integritas yang lebih rendah dibandingkan anak dari ibu rumah tangga.

Anak dari ibu rumah tangga memiliki kejelasan akan prioritas mereka dan dapat mendiskusikan emosi dan berkomunikasi secara jelas dan langsung. Mereka juga biasanya lebih ramah. Hal ini dapat dibuktikan berdasar atas anak dari ibu rumah tangga lebih mengenali diri sendiri karena saat dekat dengan ibunya mereka membangun keseimbangan emosi yang sehat.

4. Stop Dengerin Kata Orang

Tips keempat dari Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja adalah stop dengerin kata orang. Tekanan yang dialami pada ibu bekerja bisa disebabkan karena kurangnya untuk membagi waktu dalam pekerjaannya serta banyaknya tuntutan pekerjaan yang dialami. Tuntutan pekerjaan yang begitu banyak mengharuskan segalanya terselesaikan dan itu salah satu pemicu timbulnya tekanan.

Faktor pemicu timbulnya tekanan ini juga dapat berasal dari keadaan di luar individu seperti lingkungan kerja dan sosial dapat menimbulkan tekanan, dimana saat akan bekerja beliau dikejar waktu untuk menyelesaikan segala pekerjaan rumah tangga sehingga menjadi beban yang dirasakan oleh beliau seorang ibu bekerja.

Tekanan sehari-hari meskipun kecil, jika bertumpuk-tumpuk akan menjadi stres yang hebat. Tekanan yang berasal dari dalam komunitas dan lingkungan mencakup situasi yang ada disekitar individu selain dalam  keluarga.

Baca Juga: Penerapan Manajemen Waktu pada Anak di Usia Sekolah

Tugas pekerjaan yang menumpuk dan belum terselesaikan menjadi situasi yang menekan seseorang sehingga dapat mengakibatkan stres pada orang tersebut. Tekanan ini dapat mempengaruhi bagaimana peran ibu di rumah. Ibu yang seharusnya sebagai pusat kontrol emosi keluarga namun apabila dalam keadaan tertekan maka ibu tidak bisa menjadi penyeimbang anggota keluarga yang lainnya.

Manajemen waktu pada keluarga ibu bekerja umumnya sulit dilakukan karena ibu harus membagi dengan baik waktu untuk pekerjaan dan juga waktu untuk keluarga.

Kecerdasan emosional anak dari ibu bekerja pada umumnya tidak berbeda jauh dengan anak dari ibu rumah tangga apabila ibu bekerja dapat membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga dengan baik serta memberikan pendampingan yang cukup untuk anaknya.

Faktor yang menyebabkan seorang istri bekerja adalah karena diantaranya faktor ekonomi dimana pendapatan suami yang tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari, atau bekerja karena sebelum menikah ingin mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga menjadi wanita karir.

Manajemen Pekerjaan dan Keluarga pada Keluarga Ibu Bekerja

Ditulis oleh :

Yuda Baskara (G64180046)

Az-zahra Khoerunnisa (G84190008)

Baiq Sulfi Aulia Hikmayanti (G84190009)

Diya Aghnia (G84190013)

Farina Rahmadyanti (G84190015)

Penulis adalah Mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen Fakultas Ekologi Manusia IPB University

Dosen :

Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA , Dr.Ir. Istiqlaliyah Mukflikhati, M.Si,

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.