Asal Usul Penggunaan Uang Menurut Adam Smith

Asal Usul Penggunaan Uang Menurut Adam Smith; Pada Bab 4 dari Buku 1 Adam Smith menuliskan judul Of The Origin And Use Of Money.  Catatan Adam Smith dimulai dari ketika pembagian kerja telah didirikan dan ketika pasokan yang tersedia lebih banyak dibandingakan dengan kebutuhannya sediri, maka situasi demikian memungkinkan setiap orang untuk saling bertukar dalam perdagangan dan kondisi itu terjadi dan tumbuh sedemikian rupa di masyarakat.

Asal Usul Penggunaan Uang Menurut Adam Smith

Ketika seseorang memiliki komoditas yang lebih sedangkan yang lainnya kekurangan terhadap komoditas yang bersangkutan maka kesempatan untuk terjadinya pertukaran barang semakin besar. Di satu pihak, yang kelebihan tidak akan membuang sisa kelebihan yang ia miliki sedangkan yang lainnya memiliki kekurangan. Kesempatan untuk menyediakan mereka yang kekurangan pasokan terhadap komoditas tertentu inilah yang mengakibatkan terjadinya pertukaran.

Dalam periode selanjutnya ternak menjadi alat tukar atau instrumen umum dalam perdagangan dan ini disesuaikan dengan penilaian masyarakat yang bersangkutan. Baju Besi dari Diomede di hargai dengan sembilan sapi kata Homer; tetapi dari Glaucus dihargai seratus sapi. Garam menjadi alat tukar perdagangan di Abissinia; spesies kerang di beberapa bagian pantai India; tembakau di Virginia; gula di beberapa koloni India Barat; pakaian dari kulit di beberapa negara lain ; dan disebuah desa di Skotlandia para pekerja membawa kuku dan bukan uang pergi ke Toko Roti.

Disemua negara pada akhirnya memberikan alasan yang tak tertahankan untuk memberikan preferensi untuk logam diatas segala komoditas lainnya. Logam tidak hanya dapat disimpan dan tahan lama dibandingkan dengan komoditas lainnya, tetapi juga kita tidak akan kehilangan apapun ketika logam dibagi-bagi menjadi beberapa bagian, karena bagian-bagian yang telah dipisahkan tersebut dapat dengan mudah dipersatukan kembali. Kualitas yang dimiliki logam tidak dimiliki oleh komoditas lainnya sehingga membuat logam cocok untuk menjadi instrumen perdagangan dan pertukaran.

Orang yang ingin membeli garam misalnya dan memiliki ternak untuk menukarnya harus menukarkan semua sapi yang ia miliki, atau seluruh domba yang ia punya pada suatu waktu. Dia jarang bisa membeli jika kurang dari itu, karena apa yang dia berikan itu jarang dapat dibagi tanpa adanya kehilangan atau selisih. Jika sebaliknya ia membayar dengan logam maka ia dapat dengan mudah untuk membagi jumlah proporsi logam dengan kuantitas yang tepat dari komoditas yang ia inginkan.

Logam yang berbeda telah dimanfaatkan oleh negara-negara dengan tujuan yang berbeda pula. Besi adalah alat umum perdangan dari bangsa Spartan Kuno, tembaga antara orang Romawi kuno. Emas dan perak menjadi alat tukar diantara semua negara-negara kaya. Logam-logam tersebut pada awalnya telah dimanfaatkan dengan batangan logam yang kasar, tanpa cap atau koin. Menurut Pliny, setelah otoritas Timaeus, seorang sejarawan kuno sampai saat Servius Tullius, bahwa orang Romawi tidak punya uang yang diciptakan, tetapi menggunakan batangan tembaga yang di stempel untuk membeli apapun yang mereka inginkan. Batangan logam ini kasar dan oleh sebab itu dilakukan pada saat ini fungsi uang.

Penggunaan batangan logam kasar ini memiliki kondisi yang tidak nyaman. Pertama, kesulitan dari batangan logam ini adalah berat, Kedua, kita selalu menguji logam-logam itu. Dalam logam mulia, dimana perbedaan kecil dalam kuantitas membuat perbedaan besar dalam nilai, sehingga membutuhkan bobot yang sangat akurat. Operasi yang membosankan dan menyulitkan ini menimbulkan ketidakpastian, misalnya terjadi penipuan atau pemaksaan baik komposisi maupun penampilan-penampilan yang menyerupai logam. Untuk mencegah pelanggaran seperti itu, untuk memfasilitasi pertukaran, dan dorongan dari segala macam industri dan perdagangan serta segala kebutuhan yang dimanfaatkan oleh negara-negara untuk melakukan pembelian maka diciptakanlah uang. Dengan kepastian yang sama, pengakuan publik, kuantitas dan demi kebaikan dari beragam komoditas yang berbeda yang ditawarkan di pasar.

Stempel yang pertama di lekatkan pada logam tampaknya sebagai bagian untuk memastikan kebaikan dan kehalusan logam. Dan masing-masing negara memiliki stempel mereka sendiri. William sang penakluk memperkenalkan kebiasaaan membayar dengan uang. Uang dalam waktu yang lama telah diterima kedalam kas negara.

Kesulitan dalam menentukan berat dan ketepatan logam, memberikan kesempatan kepada lembaga koin yang di stempel meliputi keduabelah sisi koin dan kadang-kadang ujung-ujung koin juga dibentuk dan memastikan tidak hanya kehalusannya tetapi juga berat logam. Koin tersebut telah diterima pada saat ini tanpa harus mengalami kesulitan beratnya.

Denominasi dari koin tampaknya telah dinyatakan sejak awal tentang berat atau kuantitas logam yang terkandung didalamnya. Pada masa Servius Tullius, yang pertama kali menciptakan uang di Roma, pound Romawi mengandung tembaga yang baik. Dibagi dalam cara yang sama seperti pound troyes menjadi dua belas ons. Yang masing-masing berisi tembaga yang baik.
Melalui cara ini uang telah menjadi instrumen perdagangan yang universal disemua negara-negara beradab. Apa aturan-aturan setiap orang secara alami diamati dalam pertukaran dalam bentuk uang atau satu sama lainnya. Aturan-aturan menentukan apa yang disebut nilai relatif atau ditukar barang.

Kata nilai, memiliki dua makna yang berbeda, kadang-kadang mengungkapkan utilitas dari objek tertentu dan kadang-kadang menyampaikan kekuatan membeli objek barang kepemilikan lainnya. Salah satu yang disebut nilai pakai lainnya nilai tukar. Hal-hal yang memiliki nilai terbesar sering digunakan lebih sedikit atau tidak ada nilai pakai.

Prinsip-prinsip yang mengatur nilai tukar komoditas: Pertama, ukuran nyata dari nilai tukar atau dimana terdiri harga nyata dari semua komoditas. Kedua, bagian yang berbeda dari harga yang riil atau dibuat. Ketiga, keadaan yang berbeda yang kadang-kadang mengangkat beberapa atau semua bagian yang berbeda dari harga sebelumnya dan terkadang tenggelam dibawahnya, tingkat alamiah atau biasa atau apa penyebab yang kadang-kadang menghambat harga pasar, yaitu harga sebenarnya dari komoditas dengan apa yang disebut harga alami.

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.