Daerah Penghasil Bandeng di Indonesia

Komoditas ikan Bandeng di Indonesia relatif banyak. Hal ini didukung oleh pemasaran yang baik dan juga oleh kualitas daging bandeng yang diminati banyak orang. Di Indonesia, penyebaran ikan bandeng meliputi sepanjang pantai utara Pulau Jawa, Madura, Bali, Nusa Tenggara, Aceh, Sumatra Selatan, Lampung, pantai Timur Kalimantan, sepanjang pantai Sulawesi dan Papua.  

Sementara, 5 daerah terbesar penghasil Bandeng di Indonesia meliputi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sulawesi Tenggara. Jawa Timur merupakan daerah penghasil Bandeng terbesar di Indonesia yang mencapai 155.202 ton pada tahun 2016.  

Baca Juga: Daerah Penghasil Kerapu di Indonesia  

Berikut data produksi Bandeng untuk 5 wilayah terbesar di Indonesia:

Daerah Penghasil Bandeng di Indonesia
Sumber: Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya

Dari data di atas, dapat dilihat bahwa Sulawesi Selatan merupakan terbesar kedua untuk produksi Bandeng. Produksi Sulawesi Selatan mencapai 139.123 ton pada tahun 2016. Naik dibanding tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2015 sebesar 126.253 ton.  

Baca Juga: Produksi dan Budidaya Kerapu di Indonesia  

Pada urutan ketiga diduduki oleh Jawa Barat, dengan produksi sebesar 108.329 ton pada tahun 2016. Naik dari tahun sebelumnya, pada tahun 2015 produksi mencapai 98.307 ton. Sedangkan pada tahun 2007 sebesar 32.581 ton.   Posisi keempat, ada Jawa Tengah yang berhasil memproduksi sebesar 88.311 ton pada tahun 2016. Sedangkan pada tahun 2007 produksi bandengan di daerah ini hanya sebesar 39.428 ton.  

Baca Juga: Perkembangan Produksi Bandeng  

Di posisi kelima adalah Sulawesi Tenggara. Kenaikan signifikan produksi Bandeng pada daerah ini terjadi pada tahun 2007-2008. Pada tahun 2007 produksi hanya mencapai 3.765 ton, sedangkan pada tahun 2008 produksi melonjak mencapai 20.209 ton. Pada tahun 2016, produksi mencapai 46.662 ton.(dbs)

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.