Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan Uang (Bagian Satu)

Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan Uang (Bagian Satu)

Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan Uang. Adam Smith mencatat bahwa setiap orang menurut tingkat dimana ia mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup, kenyamanan dan hiburan bagi kehidupannya. Tapi setelah pembagian kerja secara menyeluruh telah terjadi, itu hanyalah bagian kecil dari yang dapat tenaga kerja sediakan. Bagian yang terbesar adalah berasal dari tenaga orang lain yang ia pekerjakan. Tenaga orang lain yang ia dapat perintahkan atau ia mampu untuk beli. Kondisi ini sama seperti suatu komoditas yang diproduksi yang  tidak akan dikonsumsi sendiri tetapi ditukarkan dengan komoditas lainnya sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu buruh/tenaga kerja adalah ukuran yang nyata dari nilai tukar dari semua komoditas.

Harga riil dari sesuatu adalah setiap biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Setiap hal yang benar-benar layak untuk diperoleh atau dibuang atau ditukarkan dengan sesuatu yang lain, baik melalui kesusahan dan kesulitan yang terjadi dari proses untuk mendapatkan sesuatu. Baik pula berupa penghematan dan juga pemaksaan terhadap orang lain. 

Apa yang dibeli dengan uang atau ditukarkan dengan barang-barang maupun dengan memberikan upah tenaga kerja dari kerja keras yang telah dilakukan itu mengandung nilai kuantitas tertentu dari tenaga kerja yang dapat diukur dengan kuantitas yang sama. 

Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan Uang (Bagian Satu)
Adam Smith

Buruh adalah harga yang pertama, membayarkan uang untuk semua tenaga yang telah ia keluarkan. Tenaga dari para buruh itulah awal dari semua kekayaan di dunia ini yang dapat dibeli dan dinilai bagi mereka yang membutuhkan dan ingin menukarkannya dengan menghasilkan suatu produksi.

Baca Juga: Divisi Tenaga Kerja – Adam Smith (The Wealth of Nations)

Hobbes mengatakan kekayaan adalah kekuatan. Tetapi orang yang memperoleh atau berhasil mendapatkan keberuntungan yang besar tidak selalu memperoleh atau berhasil untuk setiap kekuatan politik baik sipil atau militer. Kekayaan mungkin diraih sebagai sarana untuk mendapatkan kedua-duanya. Namun kepemilikan hanya keberuntungan yang tidak selalu menyampaikan kebaikan kepadanya. Kekuatan kepemilikan yang dimilikinya adalah kekuatan yang mampu membeli dan memberikan perintah tertentu atas semua kerja atau atas semua hasil kerja yang kemudian berada di pasar. 

Kekayaan yang lebih besar atau kurang akan sebanding dengan tingkat kekuatan ini, atau kuantitas yang baik dari pekerjaan orang lain adalah hal yang sama dari hasil pekerjaan orang lain yang memungkinkan untuk dibeli atau diberi perintah. Nilai tukar dari setiap hal harus selalu tepat dan sama dengan tingkat kekuatan yang disampaikan oleh pemiliknya.

Meskipun tenaga kerja menjadi ukuran nyata dari nilai tukar dari semua komoditas tetapi itu bukanlah nilai mereka yang diperkirakan pada umumnya. Hal ini sering menjadi kesulitan untuk memastikan proporsi yang tepat dari dua kuantitas tenaga kerja yang berbeda. 

Waktu yang dihabiskan dalam dua macam pekerjaan yang berbeda tidak akan selalu menentukan proporsi ini. Tingkat kesulitan dan kecerdikan yang dilakukan harus juga diperhitungkan. Mungkin ada lebih banyak tenaga kerja yang bekerja keras satu jam dari dua jam usaha yang mudah atau satu jam untuk perdagangan yang harganya sepuluh tahun kerja untuk belajar dari pada kerja biasa di industri dalam sebulan. Tetapi itu tidak mudah untuk menemukan ukuran yang akurat baik dari kesulitan atau kecerdikan dalam bekerja.

Baca Juga:

Panen Madu di Bawah Kandang Ayam
Panen Madu di Bawah Kandang Ayam

Teori Ekonomi Adam Smith

Pembagian Kerja Terbatas Dengan Luas Pasar

Prinsip Pembagian Tenaga Kerja (1)

Prinsip Pembagian Tenaga Kerja (2)

Asal Usul Penggunaan Uang Menurut Adam Smith

Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan uang (3)

Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan uang (4) 

Dalam bertukar, memang produksi yang berbeda dari berbagai jenis tenaga kerja umumnya dibuat tunjangan untuk keduanya. Hal ini disesuaikan, walaupun tidak oleh ukuran yang akurat, tetapi oleh daya tawar pasar, meskipun tidak tepat, tetapi cukup untuk membawa pada kehidupan bisnis pada umumnya.

Setiap komoditas lebih sering ditukar dengan komoditas lainnya, dibandingkan dengan tenaga kerja. Hal ini alamiah, oleh karena itu mudah untuk memperkirakan besaran nilai tukar kuantitas beberapa komoditas lainnya dari pada yang dihasilkan oleh tenaga kerja.

Sebagian besar orang-orang lebih memahami apa yang dimaksud dengan kuantitas komoditas tertentu dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja. Yang satu adalah objek yang terlihat yang lain merupakan gagasan yang abstrak, yang meskipun dapat dibuat untuk dimengerti namun tidak begitu alami dan jelas.

Lanjut ke: Harga Riil dan Nominal dari Komoditas, Tenaga Kerja dan Uang (Bagian Dua).

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.