Perkenalan dan Waktu Dalam Bahasa Lampung

Perkenalan dan Waktu Dalam Bahasa Lampung

Pada edisi sebelumnya kita telah mempelajari Keterangan Tempat dan Salam Dalam Bahasa Lampung (Tabik, Nyow Kabar, Dak Jo, Dak Nei, Sihat, Dijjo, Dinnei). Pada kesempatan ini kita akan mempelajari Perkenalan dan Waktu dalam Bahasa Lampung.

Yang digunakan adalah bahasa sehari-hari, Misalnya kita berkenalan di kampus, sesama mahasiswa baru. Sei dipakai iyolah bahaso seharei-arei, misalno gham kenalan di kampus, jejamo mahasiswa bareu.

Memperkenalkan Diri = Ngenalke Direi

Guntur: “Nama saya Guntur Subing, siapa nama kamu? Namokeu/gelaghkeu Guntur Subing, Nyow Namo meu?

Kholik: “Nama saya Kholik, Guntur dimana kampung kamu? = Namokeu Kholik, Guntur dikedow anek meu?” Atau bisa juga “Nikeu anjak anek kedow= kamu dari kampung mana?”

Guntur: “Saya dari Raja Basa Lama, kamu dari mana? = Nyak anjak Rajo Baso Lamo, nikeu anjak kedow

Kholik: “Saya dari Negara Nabung, banyak gajah berarti di kampung kamu? = Nyak anjak Negaro Nabung, nayah gajah teyne di anek meu?

Guntur: “Hahaha.. Banyak, itu memang tempatnya = Hahaha.. Nayah, ino sangun gheppeng no

Kholik: “Buay apa kalian Raja Basa? = Buay nyow mettei Rajo Baso Ino?

Guntur: “Kami Raja Basa ini Buay Subing, kalian buay apa? = Ikam Rajo Baso ijo Buay Subing, Mettei buay nyow?

Baca Juga:

  1. Anggota Tubuh Dalam Bahasa Lampung
  2. Anggota Tubuh dan Kaitannya Dalam Bahasa Lampung

Kholik: “Kalau kami Negara Nabung ini Buay Beliuk, Punya saudara di Negara Nabung? = Lamun ikam Negaro Nabung ijo Buay Beliuk, Ngemik sekelik degh di Negaro Nabung

Guntur: “Ada, ibu saya asalnya dari Negara Nabung juga = uwat/wat, mak keu asalno anjak Negaro Nabung munih

Kholik: “Oh, masih saudara berarti kita ini = Oh, pagun sekelik tey gham ijo

Guntur: “Haha.. iyalah kamu kan sepupu saya, anaknya Puan Bur. = Haha.. Iyewlah nikeu kan anak kelamo (paman, dari pihak ibu) keu, anak no Puan Bur

Kholik: “Haha..”

Waktu/ Watteu

Guntur: “ Jam berapa sekarang? Kita sudah mau telat..!! = Jam pigho tano? Gham kak agow telat..!!

Kholik: “Jam sembilan kurang lima menit. Tidak/nggak kita tepat waktu. Jangan gelisah = Jam siwo kurang limo menit. Mak wak gham tepat watteu. Dang gisai

Guntur: “ Tetapi kita harus sampai disana jam sembilan. Saya takut jalanan macet = Anying gham harus tigeh nei (dinnei) jam siwo. Nyak ghabai ghenglayo macet

Kholik: “Tenang saja acaranya mulai jam sembilan tiga puluh/ setengah sepuluh = Tenang gaweh acarane mulai jam siwo tigo puluh (ngepuluh)/ setengah sepuluh

Guntur: “ Baiklah, kamu ada acara malem ini? = Payeu kidah, nikeu mik acara degh bingei ijo?

Kholik: “Tidak/ nggak, besok ada. Kemarin saya sudah menyusun agendanya = Mak wak/ nggak, jemmeh ngemik. Berbei nyak kak nyusun agenda no

Guntur: “Bagaimana kalau lusa? = Nyow upo lamun sahway?

Kholik: “Saya ada kuliah kalau lusa = Nyak wat kuliah lamun sahway

Contoh kalimat dari kata waktu

Tano: sekarang

Tano nyak ngeghaso sihat = sekarang saya merasa sehat

Na’en: nanti

Na’en gaweh gham dak nei = nanti saja kita kesana

Jenno: tadi

Lapah degh mettei jenno dak nei? Jenno, mettei lapah degh dak nei? = jalan tah kamu orang tadi kesana (pasaran Bahasa Indonesia di Lampung) Kalian jalan kesana tadi? Tadi, kalian jalan kesana?

Tukuk: pagi

Tukuk ijo ikam mak sarapan = pagi ini saya tidak sarapan

Dawah: siang

Dawah jenno yo gegak anjak batang kelapo = siang tadi dia jatuh dari pohon kelapa

Dawah jenno yo tenabuh/nabuh nyappuk bateu = siang tadi dia terjatuh/jatuh terhantuk batu

Kalimat menggunakan kata  gegak/nabuh (jatuh) tergantuk konteks atau situasinya. Gegak digunakan pada jatuh dari kondisi yang lebih tinggi/ketinggian.

Debbei: sore

Unggal debbei yo ngejuk mengan putik = setiap sore dia memberi makan burung

Debingei: malam

Nyak ngajak yo dak beng gawei bingei/debingei ijo = saya mengajak dia ketempat begawi malam ini

Panas/harei/dawah: hari

Unggal panas yo miwang= setiap hari dia menangis

Harei nyo dawah ijo ya? = hari apa siang/hari ini

Dawah ijo nyak ujian = hari ini saya ujian

Jemmeh: besok

Tagen jemmeh gaweh metei ngelajewke rasan ino = biar besok saya kalian melanjutkan pekerjaan ini

Sahway: lusa

Jemmeh sahway nyak agow dak Karang = besok lusa saya mau ke Karang (Tanjung Karang/Bandar Lampung)

Nama Hari: Senin, Selaso, Rebo, Kemis, Jum’at, Satteu/Sabteu, Minggeu, 

Waktu: Minggeu, Bulan, Tahhun, Seminggeu, Sebulan, Setahhun, Wo Tahhun, Tigo Tahhun dan seterusnya.

Demikianlah untuk pembahasan tentang Perkenalan dan pembahasan tentang waktu dalam Bahasa Lampung. Pembahasan kali ini hanya terbatas pada Bahasa Lampung dialek O, untuk kedepannya saya akan melengkapinya dalam Bahasa Lampung Dialek A. Baca Juga: Percakapan Bahasa Lampung Dialek A (Api). Terima kasih sudah mampir di website ini, Tabik pun.

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.