Produksi Buah Alpukat di Indonesia

Produksi Buah Alpukat di Indonesia

Produksi Buah Alpukat di Indonesia. Alpukat adalah buah-buahan yang tumbuh baik di Indonesia. Selain tumbuh subur, buah ini juga kaya akan manfaatnya untuk kesehatan. Di samping itu, kelezatan buah ini juga tidak diragukan, beragam aneka kuliner berbahan alpukat juga bisa dinikmati.

Sebagai negara tropis yang kaya akan buah-buahan, alpukat adalah salah satu komoditas yang banyak ditanam oleh para petani di Indonesia. Tentu, harga yang bersaing adalah motivasi bagi petani untuk menanamnya.

Dari data BPS, produksi alpukat di Indonesia pada tahun 2020 adalah sebanyak 609.049 ton dengan Provinsi Jawa Timur sebagai daerah dengan produksi tertinggi se-Indonesia. Produksi Alpukat Jawa Timur sebanyak 175.735 ton, disusul oleh Jawa Barat sebanyak 104.665 ton dan Jawa Tengah sebesar 73.993 ton.

Baca Juga: Daerah Penghasil Jahe di Indonesia

Jika diamati, produksi alpukat pada tahun 2020 ini mengalami kenaikan sebesar 147.436 ton bila dibandingkan tahun 2019 dengan produksi sebesar 461.613 ton atau mengalami kenaikan sebesar 32 persen.

Pada tahun 2019, produksi terbanyak adalah Jawa Barat yakni sebanyak 104.084 ton, tidak jauh berbeda dengan produksi tahun 2020. Di tempat kedua adalah Jawa Timur dengan produksi sebanyak 101.310 ton. Seperti yang dilihat di atas, produksi alpukat Jawa Timur mengalami lonjakan yang luar biasa pada tahun 2020.  Di tempat ketiga, masih diduduki oleh Jawa Tengah dengan produksi sebanyak 60.145 ton.

Baca Juga: Produksi Jahe di Indonesia Tahun 2016-2020

Dari dua tahun rincian di atas, mayoritas produksi alpukat datang dari Pulau Jawa, sementara daerah di luar Pulau Jawa dengan mayoritas produksi Alpukat adalah wilayah Sumatera.

Dimana Sumatera Barat menduduki peringat pertama dengan produksi sebanyak 69.787 ton pada tahun 2020, disusul oleh Sumatera Selatan sebanyak 36.343 ton dan Sumatera Utara 32.609 ton.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Menurut Para Ahli

Di tahun 2019, produksi alpukat di luar Pulau Jawa masih di dominasi wilayah di Pulau Sumatera dengan Sumatera Barat peringkat pertama dengan produksi sebanyak 54.204 ton, disusul Sumatera Selatan dengan produksi sebesar 38.266 ton. Sementara dua daerah dengan produksi hampir sama yakni Sumatera Utara dan Lampung yakni masing-masing sebesar 18.525 ton dan 18.502 ton.

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.