Proses Kredit Motor dan Mobil Setelah Survey

Proses Kredit Motor dan Mobil Setelah Survey

Bagaimana Proses Kredit Motor/Mobil Setelah Survey? Mungkin sebagian besar ada yang bertanya seperti itu, atau juga memang belum memahami bagaimana alur proses Kredit Kendaran Bermotor. Alur atau sistem pengajuan kredit memang berliku dan butuh waktu, namun waktu yang dibutuhkan tidaklah lama. Kenapa? karena orang-orang yang bekerja di leasing, finance atau perusahaan pembiayaan sudah terbiasa bergerak cepat dan bekerja secara taktis.

Mungkin juga anda yang membaca artikel ini adalah salah satu nasabah yang penasaran dan ingin tahu bagaimana proses setelah anda disurvey oleh pihak leasing. Rasa penasaran, kira-kira berkas saya sudah sampai mana ya? Apakah saya disetujui atau tidak? Apakah berkas saya aman di tangan surveyor?

Baiklah, untuk menjawab rasa penasaran anda saya akan menjabarkan alur proses kredit motor/mobil setelah survey secara rinci. Ikuti terus artikel ini.

1. Pengisian Aplikasi

Pertama kali dilakukan dari proses kredit motor/mobil setelah survey adalah pengisian aplikasi oleh surveyor, CMO (Credit Marketing Officer), SO (Sales Officer). Anda tentu sudah menandatangani berkas pengajuan pada saat survey bukan? Berkas itu seharusnya adalah anda yang mengisi, tetapi demi kemudahan, kecepatan dan agar anda tidak bingung, biasanya para surveyor, CMO dan SO bersedia melakukannya. Mereka akan mendata dan mencatatkan setiap data diri anda di formulir aplikasi pengajuan.

1.1. Pencatatan Data Diri Manual

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, para surveyor akan memasukkan data anda ke formulir aplikasi pengajuan/permohonan yang sudah anda tandatangani. Pendataan ini akan dicatatkan secara manual seperti nama, alamat, pekerjaan, nomor telpon dan status anda.

Baca Juga: Pertanyaan Saat Survey Kredit Motor/Mobil

Mereka juga akan mengisi data istri/suami pemohon, penanggung jawab dan hal-hal yang berkaitan dengan kapasitas anda. Apa usaha, bisnis, pekerjaan anda? Berapa besar pendapatan yang anda miliki dalam sehari, sebulan dan akumulasinya dalam satu tahun.

Surveyor akan mencatatkan semua tentang anda, mereka akan mencatatnya dan menceritakan tentang anda dan kelayakan anda untuk mendapatkan Kredit Kendaraan Bermotor. Minimal semua pencatatan berdasarkan Prinsip 5 C, bisa dilihat disini: Prinsip 5 C.

Pencatatan aplikasi pengajuan/permohonan ini adalah berkas yang akan menjadi arsip. Berkas ini menjadi bukti pengajuan anda. Anda telah membubuhkan tanda tangan di atas materai, itu adalah bukti valid permohonan anda. Belum lagi ditambah dengan bukti foto anda sedang menandatangani berkas pengajuan.

1.2. Input Data Nasabah ke Sistem

Langkah selanjutnya adalah menginput data ke sistem. Data anda akan diinput melalui formulir sistem di komputer leasing. Data ini terkoneksi dengan pusat atau sistem leasing yang bersangkutan.

Di beberapa tempat, input data dilakukan sendiri oleh surveyor, CMO atau SO, tetapi di tempat lain juga ada staf khusus yang bertugas untuk menginput data pemohon. Tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.

Baca Juga: Tips Menghadapi Survey Leasing

Ada juga kebijakan perusahaan yang melewati proses ini, tapi langsung pengajuan ke Komite Kredit. Setelah pengajuan disetujui, baru dilakukan input data. Ini dilakukan untuk menghindari waktu berbelit. Jika nasabah ditolak Komite Kredit, penginputan bisa dilakukan nanti dan memprioritaskan pengajuan yang disetujui terlebih dahulu (skala prioritas).

2. Pengajuan ke Komite Kredit

Langkah selanjutnya adalah pengajuan ke Komite Kredit. Komite ini terdiri dari Head/Supervisor, Credit Analyst, DBM (Wakil Kepala Cabang, jika ada) dan Branch Manager (Kepala Cabang).

2.1. Pengajuan ke Head/Supervisor

Head/Supervisor adalah atasan langsung dari Surveyor, CMO atau SO. Tergantung kebijakan perusahaan untuk penyebutannya, bisa CMH (Credit Marketing Head), MH (Marketing Head), SH (Sales Head), Supervisor atau lainnya.

Head akan memeriksa berkas pengajuan/permohonan. Ia akan bertanya dan memverifikasi berkas pemohon. Setelah disetujui oleh Head/Supervisor, berkas lanjut ke CA (Credit Analyst).

2.2. Pengajuan ke Credit Analyst

Berkas jalan ke Credit Analyst (CA) menunggu giliran. Disini, surveyor akan adu argumen dengan CA, tetap mempertahankan pemohon atau stop.

CA adalah kunci berkas anda disetuji atau tidak.

Kebanyakan CA adalah orang-orang yang idealis, tidak tergoda dengan materi. Mereka adalah penjaga stabilitas atau keseimbangan. Tanpa CA yang idealis, perusahaan bisa rugi besar.

Mereka akan bertanya kedalaman pemahaman surveyor tentang nasabah atau pemohon. Proses ini adalah proses yang sangat menentukan apakah pengajuan/permohonan disetujui atau tidak.

Jika surveyor tetap bertahan dan CA ragu atas pemohon, biasanya CA akan melakukan survey ulang, atau istilah lainnya on the spot. Mereka akan survey kembali dan memastikan bahwa pemohon layak atau tidak. Jika disetuji, maka berkas jalan ke DBM atau BM. Jika tidak disetujui, berkas pemohon ditolak atau riject.

Baca Juga: Tips Lolos Survey Kredit Mobil/Motor

Jika ditolak, surveyor bisa melakukan banding ke atas atau pimpinan yang lebih tinggi, seperti DBM/BM (Kepala Cabang). Keputusan ada di Kepala Cabang menyetujui atau tidak, selengkapnya akan saya bahas di bagian pengajuan ke BM. Untuk banding saya potong pembahasan disini.

Lanjut, jika berkas permohonan ditolak maka berkas kembali ke input data sistem, memberitahukan bahwa data pemohon ditolak. Kenapa harus diinput ketika ditolak? Hal ini untuk menghindari pengajuan kembali dengan data yang sama di perusahaan yang sama. Biasanya leasing memiliki beberapa cabang yang masing-masing memiliki wilayahnya sendiri dan tidak menutup kemungkinan menerima pemohon dari wilayah lain.

2.3. Pengajuan ke BM/DBM

Setelah disetujui oleh CA, berkas naik ke DBM atau BM (Wakil Kepala Cabang/Kepala Cabang). Biasanya pimpinan cabang sangat percaya kepada CA. Keputusan diterima CA, sudah mewakili keputusan Kepala Cabang.

Mereka terkadang memberikan otorisasi penuh kepada CA untuk menyelidiki kapasitas pemohon. Setelah CA menyetujui, Kepala Cabang memeriksa berkas kemudian menandatangani persetujuan permohonan.

Saya akan melanjutkan jika terjadi banding. Masing-masing pihak akan dikonfrontasi baik surveyor atau CA. Kepala Cabang akan mendengarkan argumen masing-masing pihak. Selain itu mereka juga akan melakukan komunikasi antar pimpinan tentang keputusan apakah permohonan kredit disetujui atau ditolak.

Komunikasi antar pimpinan sangatlah penting untuk menghindari kesalahpahaman antar pihak. Karena relasi yang dibangun juga untuk menjaga kepentingan masing-masing agar tetap langgeng. Leasing juga tidak mau kehilangan order atau order lari ke perusahaan saingan, maka sangat logis untuk saling menjaga.

3. Proses Persetujuan Pusat/System

Setelah semua pihak setuju atas permohonan kredit secara manual, maka proses selanjutnya adalah by system. Sistem secara terpusat dan terkoneksi melalui database ini akan mengeluarkan hasil terbitnya PO (Purchase Order).

4. Terbit PO (Purchase Order)

Dengan terbit PO, pihak leasing akan mengirimkannya ke dealer/showrom. Dengan PO ini, pembeli, nasabah atau pemohon telah valid disetujui pengajuan kreditnya. PO berguna sebagai bukti bahwa pihak leasing akan membayarkan sisa bayar yang dilakukan oleh pemohon. Jumlah besaran PO yang dikeluarkan disesuaikan dengan OTR dikurangi DP.

Setelah PO diterima oleh showroom/dealer, PO ditandatangani oleh pihak yang memiliki otorisasi di showroom/dealer.

5. Pengambilan Kendaraan

Setelah terbit PO, nasabah atau pemohon bisa mengambil kendaraan yang dipesan. Tergantung kesepakatan dengan dealer, apakah akan diantar atau mengambil sendiri.

6. Tagihan ke Leasing

Setelah pihak Showroom/Dealer menandatangani PO dan kendaraan telah diterima oleh konsumen, nasabah atau pemohon maka keluarlah tagihan dari pihak showroom/delaer ke Leasing dengan jumlah OTR dikurangi DP. Tagihan ini, akan dibayarkan leasing ke perusahaan yang bersangkutan.

Kesimpulan

Saya sudah merinci secara runut bagaimana Proses Kredit Motor/Mobil setelah Survey di atas. Itu semua adalah alur kerja dari leasing berdasarkan pengalaman saya pribadi.

Menjadi seorang surveyor, CMO atau SO memang melelahkan. Selain proses survey, mereka juga harus menjaga angsuran nasabah agar tidak menunggak. Untuk itu, penting sekali diberitahukan bahwa setelah hak anda terpenuhi dengan mendapatkan motor/mobil maka kewajiban anda selanjutnya adalah bayar angsuran secara rutin dan tepat waktu.

Karena tanggungjawab yang begitu besar diemban oleh surveyor berdampak juga dengan isi dapurnya. Jagalah hubungan baik dengan mereka dengan saling percaya.

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

4 Comments

  1. Pak misalkan tidak di acc tapi data udah tanda tangan apakah itu berkas aman dan tidak di salah gunakan ? Soalnya baru pemula blm tau

    1. Insya Allah aman pak, soalnya berkas yang dirijek akan menjadi arsip dan tidak digunakan untuk apapun. Untuk lebih amannya lagi, bapak bisa meminta kembali data-data yang tidak di acc tersebut.

      1. Pak berapa lama hasil banding yg akan disetujui atau tidak oleh pihak listing,karena saya sudah 1 Minggu lebih menunggu hasil survey dari lising

  2. Kalau posisi kita sebagai penjual. Surat’ mobil diambil ketika proses apa ya? Atau ketika uang sudah kita terima?. Makasih pak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.