Tips Menghadapi Surveyor Leasing

Tips Menghadapi Surveyor Leasing

Tips Menghadapi Survey Leasing. Bagi yang ingin membeli mobil atau motor secara kredit, tentu saja setelah mencapai kata sepakat (deal) dengan makelar, sales atau juga dealer/showroom, langkah selanjutnya adalah bertemu perwakilan dari leasing. Biasanya pihak leasing akan diwakili oleh Surveyor, CMO (Credit Marketing Officer), SO (Sales Officer) atau apapun penyebutannya.

Tentu saja kehadiran Surveyor Leasing adalah memastikan kelayakan calon nasabah yang ingin mengajukan kredit kendaraan bermotor.

Sebagai pihak yang ingin mengajukan leasing, maka pihak leasing akan menyebut nasabahnya sebagai Debitur, sedangkan pihak leasing sendiri disebut sebagai Kreditur.   

Untuk menjadi Debitur yang layak menerima persetujuan, ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Pihak Leasing (Kreditur) tentu saja tidak ingin kecolongan dan mengalami kerugian karena salah dalam menilai dan memberikan kredit kepada pihak yang tidak memenuhi syarat.

Untuk itu, sebagai Debitur, ada beberapa tips menghadapi Surveyor Leasing agar memenuhi persyaratan pengajuan kredit.

Surveyor Leasing akan menilai kelayakan dengan beberapa indikator, biasanya indikator yang dipakai adalah 5 C, yakni Character, Capacity, Capital, Condition of Economy dan Collateral.

Untuk itu, dalam menghadapi surveyor leasing, setidaknya persiapkan pemahaman tentang 5 C ini. Dalami dan evaluasi diri anda terlebih dahulu apakah memenuhi dan layak menerima kredit.

Baiklah, tanpa berlama-lama, berikut ini akan saya sampaikan beberapa tips atau langkah-langkah dalam menghadapi Surveyor Leasing:

Bersikaplah Ramah dan Kooperatif

Sebagai pihak yang akan mengajukan kredit, tentu saja kita adalah pihak yang membutuhkan pertolongan, bahasa kasarnya seperti itu. Intinya, sebagai pihak yang butuh tentu saja harus bersikap ramah kepada pihak yang akan menolong atau membantu kita untuk mendapatkan persetujuan kredit.

Karena, perlu dipahami bahwa Surveyor Leasing adalah pihak yang akan membela kita, membawa berkas, mengajukanya ke Komite Kredit, seperti CMH (Credit Marketing Head), Supervisor, Head, Credit Analyst, Kepala Cabang dan seterusnya.

Jika di awal saja kita tidak ramah dan kooperatif, tentu saja surveyor akan menilai buruk dan memberikan nilai negatif. Dari kriteria 5 C di atas, sikap ini masuk ke dalam Character (karakter). Surveyor akan menilai karakter kita, bagaimana si kepribadian orang ini, bagaimana sifatnya, wataknya, sikapnya ketika bertindak. Kira-kira orang ini sifatnya suka menunda-nunda bayar hutang nggak? Atau dia punya sifat gemar berhutang tapi tidak suka bayar hutang? Dan banyak lainnya.

Untuk itu, bangunlah kesan pertama yang baik, tunjukkan sifat anda bahwa anda orang yang bertanggung jawab, tidak suka menunda-nunda bayar angsuran dan tidak akan melakukan wan prestasi kedepannya.

Lengkapi permintaan Surveyor Leasing, seperti kelengkapan data anda, karena ini sangatlah penting, data yang lengkap akan mudah dan cepat diajukan.

Tunjukkan Kapasitas Anda

Langkah kedua adalah tunjukkan kapasitas anda. Kapasitas berhubungan dengan kemampuan anda untuk menjalani kewajiban dalam membayar hutang, seperti bagaimana kondisi ekonomi, modal yang dimiliki ketika kita adalah seorang wirausaha, atau seberapa besar gaji ketika kita adalah karyawan atau PNS.

Baca Juga: Pertanyaan Saat Survey Kredit Motor atau Mobil

Surveyor leasing akan menilainya dari data-data yang kita miliki, seperti kepemilikan rumah, apakah rumah yang ditempati merupakan milik sendiri atau ngontrak, bagaimana laporan keuangan dari usaha kita, apakah terus memiliki keuntungan yang layak. Maka dari itu, lampirkanlah data kita selayak mungkin, selengkap-lengkapnya. Karena data yang kita miliki sangatlah berguna untuk menunjukkan kapastas kita dalam mengajukan kredit.

Pada situasi ini, indikator kapasitas ini masuk ke dalam Capacity, Capital dan Condition of Economy.

Bersikap Terbuka dan Jujur

Saran ini adalah saran bagi mereka yang lurus dan beritikad baik. Karena banyak juga yang nampak baik tapi sepertinya itu pura-pura saja. Seperti, nampak alim di depan surveyor tetapi di belakang itu, semuaya hanyalah sandiwara. Karena akting yang berlebihan juga akan ketahuan bagaimana belangnya. Kenapa? Karena surveyor akan melakukan survey lingkungan, mereka akan menilai kita dari lingkungan sekitar.

Mereka akan bertanya ke tetangga, tukang warung di pojokan atau siapa saja orang yang bisa dijangkau. Mereka akan menanyakan tentang kita, bagaimana keseharian, apa saja usahanya, betul tidak data-data yang dilampirkan dan sebagainya.

Jika tidak jujur dan terbuka, artinya ada yang ditutupi, keramahan kita adalah sandiwara, kapasitas yang kita tunjukkan adalah kepalsuan. Pastinya saya tidak mengajak sikap yang seperti itu, karena nama kita akan tercatat di BI, OJK dan APPI ketika memiliki tunggakan. Semua leasing masuk dalam jaringan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang secara jejaring akan ketahuan kita memiliki tunggakan apa, berapa bulan lamanya, dan dimana leasingnya. Catatan APPI juga masuk ke OJK dan BI, yang pasti nasabah nunggak di bank juga akan ketahuan.

Jadi, ketika kita memiliki tunggakan, lebih baik bicara jujur, karena akan dicarikan solusinya. Surveyor leasing adalah konsultan bagi kita yang ingin mengajukan kredit, dari mereka kita paham apa langkah yang harus dilakukan ketika menemui persoalan pengajuan kredit.

Lengkapi Berkas Pengajuan Anda

Langkah keempat adalah lengkapi berkas. Berkas pengajuan kita adalah sangat vital. Berkas ini adalah instrumen penting bagi surveyor leasing untuk membawa pengajuan kita ke Komite Kredit. Jika data atau berkas pengajuan tidak memenuhi syarat, maka kecil kemungkinan akan disetujui.

Untuk itu lengkapilah data diri, seperti Foto Copy KTP Suami/Istri dan Kartu Keluarga, atau identitas diri lainnya.

Kemudian, BKR (Bukti Kepemilikan Rumah) seperti Bukti Lunas PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), bukti bayar listrik jika ada. Jika kedua hal ini tidak ada, maka alternatif terakhir adalah FC sertifikat tanah rumah yang anda tempati.

Baca Juga: Tips Lolos Survey Kredit Mobil/Motor

Selanjutnya adalah Fc Rekening Bank, Bukti Izin Usaha, Laporan Keuangan, rekening gaji dan bukti-bukti keuangan lainnya.

Data-data yang lengkap ini adalah jaminan bahwa kita adalah memang nasabah yang serius dan berkapasitas untuk mengajukan kredit. Lengkapi data diri juga dengan nomor telpon yang jelas dan mudah dihubungi.

Jika disandingkan dengan 5 C, maka collateral sesungguhny adalah sertifikat rumah/tanah ketika pinjam ke bank atau KPR dan BPKB jika di leasing atau Kredit Kendaraan Bermotor, tetapi collateral awal pada saat pengajuan adalah data-data anda yang merupakan bukti jaminan bahwa kita memang layak dan memenuhi kriteria.

Baca Juga: Proses Kredit Motor/Mobil Setelah Survey

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang Tips Menghadapi Surveyor Leasing, mudah-mudahan membantu dan dapat memberikan gambaran sebelum disurvey.

Recommended For You

About the Author: Guntur Subing

Memiliki hobi tulis menulis dan mengelola blog. Moto; "Bersemangat dalam Pengembangan Diri dan Terus Belajar Sampai Akhir Hayat"

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.